Kelompok 2
Anggota :
- Chairunnisa Salistya Rahardani 16013269 (FMIPA)
- Clearesta Elsura Jannah 16313004 (FITB)
- Fachmy Muhammad Zulfikar 16413087 (FTTM)
- Gede Septian Chesar Raharja Saputera 16913247 (FTMD)
- Hasbi Harbi Putra 16713338 (FTI)
- Hindra 16613053 (FTSL)
- Syafiqah 16613413 (FTSL)
sungai yang mengering
Kita menganalisis, dan mendapatkan beberapa sebab, diantaranya adalah kurangnya daerah resapan air.
Pada zaman ini, begitu sedikit daerah resapan air. Kenapa? Karena begitu banyaknya daerah resapan yang tertutupi oleh beton. Apalagi bila kita berbicara tentang kota besar, hampir tidak ada. Ketidak adaan daerah resapan air ini yang menyebabkan perhambatan aliran air dari permukaan tanah ke sungai. Di saat musim kering, air tidak ada yang mengalir ke sungai, sehingga sungai menjadi kering. Sedangkan saat musim hujan, air yang turun ke permukaan tanah tidak bisa diserap dan dialirkan ke sungai-sungai yang ada, menyebabkan menggenangnya air diatas permukaan beton, berujung dengan banjir.
Beberapa solusi untuk mencegah terjadinya sungai yang kering serta kebanjiran memang sudah ada, namun belum sempurna. Beberapa butuh diperbaiki atau ditingkatkan. Sebagai contoh, rencana tata kota yang tidak berkesinambungan, serta biopori tradisional yang tidak up-to-date. Solusi-solusi ini butuh dikembangkan oleh kita, rakyat muda Indonesia.
Beberapa solusi untuk mencegah terjadinya sungai yang kering serta kebanjiran memang sudah ada, namun belum sempurna. Beberapa butuh diperbaiki atau ditingkatkan. Sebagai contoh, rencana tata kota yang tidak berkesinambungan, serta biopori tradisional yang tidak up-to-date. Solusi-solusi ini butuh dikembangkan oleh kita, rakyat muda Indonesia.
Oleh karena itu, kami mengajukan sebuah ide yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan ini dengan efektif. Kami persembahkan sebuah desain Biopori yang kami kembangkan.
Desain Biopori yang telah dikembangkan
Awalnya biopori dengan lubang tertutup, dimasukkan kedalam tanah. Biopori dengan lubang yang tertutup dimaksudkan untuk memudahkan proses pemasukkan biopori ke dalam tanah, sehingga tanah tidak ada yang masuk kedalam biopori lalu mengendap, sehingga mengurangi fungsi biopori.
Setelah itu, biopori yang sudah dimasukkan ke dalam tanah dengan berisi air diberi tekanan udara yang tinggi, dengan tujuan membuka lubang-lubang biopori yang tertutup sekaligus mengeluarkan air yang ada didalam ari, sehingga tanah yang terdapat di luar lubang biopori terdorong sedikit dan tidak ada yang masuk kedalam biopori.
Setelah biopori memiliki lubang yang terbuka, dan air telah membuka jalan, maka biopori dapat bekerja dengan efektif. Dengan luas penampang yang besar, maka air yang ada diatas permukaan tanah dapat masuk kedalam tanah dengan debit yang lebih banyak, sehingga mencegah kemungkinan untuk banjir. Ditambah dengan lubang-lubang yang banyak didalam biopori, maka kinerja biopori juga akan bertambah menjadi lebih cepat.
Biopori ini juga diharapkan tidak akan memakan dana yang besar, dikarenakan bahan yang mudah didapat, dan sistem yang cukup sederhana.
Semoga ide ini dapat dikembangkan lebih baik, dan dapat direalisasikan sehingga dapat membantu 1 dari 1000 permasalahan yang sedang melanda negara Indonesia yang tercinta.
#UntukIndonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar