Rabu, 21 Agustus 2013

Tugas Ke-1 (Kurangnya Daerah Resapan Air)

Tugas Ke-1
Kelompok 2
Anggota :

  • Chairunnisa Salistya Rahardani              16013269 (FMIPA)
  • Clearesta Elsura Jannah                         16313004 (FITB)
  • Fachmy Muhammad Zulfikar                  16413087 (FTTM)
  • Gede Septian Chesar Raharja Saputera  16913247 (FTMD)
  • Hasbi Harbi Putra                                 16713338 (FTI)
  • Hindra                                                  16613053 (FTSL)
  • Syafiqah                                               16613413 (FTSL)


sungai yang mengering

Sungai yang kering disaat musim kemarau, kota kebanjiran disaat musim hujan. Ini adalah masalah yang sering dan sedang kita hadapi saat ini. Kenapa ini bisa terjadi? Dan kenapa masalah ini berlanjut?


Kita menganalisis, dan mendapatkan beberapa sebab, diantaranya adalah kurangnya daerah resapan air.

Pada zaman ini, begitu sedikit daerah resapan air. Kenapa? Karena begitu banyaknya daerah resapan yang tertutupi oleh beton. Apalagi bila kita berbicara tentang kota besar, hampir tidak ada. Ketidak adaan daerah resapan air ini yang menyebabkan perhambatan aliran air dari permukaan tanah ke sungai. Di saat musim kering, air tidak ada yang mengalir ke sungai, sehingga sungai menjadi kering. Sedangkan saat musim hujan, air yang turun ke permukaan tanah tidak bisa diserap dan dialirkan ke sungai-sungai yang ada, menyebabkan menggenangnya air diatas permukaan beton, berujung dengan banjir.

Beberapa solusi untuk mencegah terjadinya sungai yang kering serta kebanjiran memang sudah ada, namun belum sempurna. Beberapa butuh diperbaiki atau ditingkatkan. Sebagai contoh, rencana tata kota yang tidak berkesinambungan, serta biopori tradisional yang tidak up-to-date. Solusi-solusi ini butuh dikembangkan oleh kita, rakyat muda Indonesia.

Oleh karena itu, kami mengajukan sebuah ide yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan ini dengan efektif. Kami persembahkan sebuah desain Biopori yang kami kembangkan.

Desain Biopori yang telah dikembangkan

Biopori ini memiliki luas penampang yang lebih besar daripada biopori-biopori yang ada saat ini, ditambah dengan lubang-lubang yang lebih banyak daripada biopori yang normal.

Awalnya biopori dengan lubang tertutup, dimasukkan kedalam tanah. Biopori dengan lubang yang tertutup dimaksudkan untuk memudahkan proses pemasukkan biopori ke dalam tanah, sehingga tanah tidak ada yang masuk kedalam biopori lalu mengendap, sehingga mengurangi fungsi biopori.

Setelah itu, biopori yang sudah dimasukkan ke dalam tanah dengan berisi air diberi tekanan udara yang tinggi, dengan tujuan membuka lubang-lubang biopori yang tertutup sekaligus mengeluarkan air yang ada didalam ari, sehingga tanah yang terdapat di luar lubang biopori terdorong sedikit dan tidak ada yang masuk kedalam biopori.

Setelah biopori memiliki lubang yang terbuka, dan air telah membuka jalan, maka biopori dapat bekerja dengan efektif. Dengan luas penampang yang besar, maka air yang ada diatas permukaan tanah dapat masuk kedalam tanah dengan debit yang lebih banyak, sehingga mencegah kemungkinan untuk banjir. Ditambah dengan lubang-lubang yang banyak didalam biopori, maka kinerja biopori juga akan bertambah menjadi lebih cepat.

Biopori ini juga diharapkan tidak akan memakan dana yang besar, dikarenakan bahan yang mudah didapat, dan sistem yang cukup sederhana.

Semoga ide ini dapat dikembangkan lebih baik, dan dapat direalisasikan sehingga dapat membantu 1 dari 1000 permasalahan yang sedang melanda negara Indonesia yang tercinta.

#UntukIndonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar