Jumat, 23 Agustus 2013

Resume Seminar


HASBI HARBI PUTRA
FTI
16713338

Resume Seminar
1. Gita Wiryawan, Menteri Perdagangan dan Kepala PBSI
Perekonomian Indonesia menduduki rangking 15 di dunia. Perekonomian Indonesia membutuhkan pemimpin yang mengerti tentang kondisi rakyatnya. Pembangunan ekonomi tidak berarti menghilangkan adat karena tanpa kearifan lokal, bangsa kehilangan jati dirinya atau identitas bangsanya. 
Kita perlu melihat budaya gangnam dari korea selatan yaitu kemahiran teknologi, demokrasi, kesinambungan biaya, dan kemajuan ekonomi. Dari korsel kita belajar bahwa Asia itu bisa menjadi kiblat perekonomian dunia. Sedangkan Indonesia kebanyakan mengkonsumsi hasil produksi luar negeri saja. Indonesia hanya dapat mengekspor bahan mentah yang dijual dengan harga yang lebih kacil dibandingkan dengan hasil barang jadi yang di hasilkan oleh negara lain. Yang kita butuhkan adalah bukang meng-"gangnam"-kan Indonesia tetapi meng-"garuda"-kan Indonesia.
Hal yang perlu diperhatikan adalah mengisi konsumsi negara Indonesia dengan produk-produk Indonesia. Tak perlu reinvent, tapi dengan mengemulasi yang sudah ada. KIta perlu pemimpin yang bisa menjawab tantangan zamannya. Kita juga perlu pemimpin yang responsif terhadap permintaan rakyat. Intinya kita membutuhkan seorang pemimpin yang nationalist at the same time internationalist. Jadi pemimpin yang pro rakyat serta tetap eksis di dunia Internasional. Serta pemimpin yang kreattif, terampil, berteknologi, serta bangga berbangsa dan mengerti kearifan lokal.

2. Indra Hidayat, presentator Wanadri
Wanadri adalah kependekan dari Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki gunung yang merupakan organisasi atau komunitas pencinta alam khususnya alam Indonesia. Kegiatan Wanadri kebanyakan adalah ekspedisi-ekspedisi. Kegiatan terakhir mereka yang berprestasi adalah pendakian seven summit. Seven summit disini adalah 7 puncak gunung-gunung tertinggi di dunia. Ada 4 orang dari wanadri yang menyelesaikan misinya pada tahun 2013 ini. Beberapa gunung yang di daki adalah gunung everest dan Jaya Wijaya.
Ada juga kegiatan ekspedisi ke pulau-pulau terdepan di Indonesia. Mereka melakukan ekspedisi ke pulau-pulau lalu mengklaim secara simbolis daerah Indonesia dengan menaruh patung berwarna merah-putih Soekarno-Hatta.
Wanadri mempresentasikan materi dengan tema Cinta Tanah Air. Cinta tanah air yang mereka tunjukan adalah dengan melakukan ekspedisi di Indonesia ataupun membawa nama Indonesia dalam ekspedisi lain. Cinta Tanah Air harus sadar diri, sadar lingkungan, sadar tujuan.

3. Ibu Tri Mumpuni
Ibu Tri mempresentasikan materi berjudul Integritas kompetensi Alumni ITB untuk kemandirian dan kesejahteraan bangsa. Menurut Ibu Mumpuni Mahasiswa harus memiliko yang namanya pengetahuan (logika) dan perasaan (empati) dan mahasiswa harus bisa terus menerus membuat komunikasi antara dua hal ini sehingga terjadi kepaduan sifat mahasiswa yang ideal secara akademik tetapi tetap memiliki empati. Jika kita menggunakan akal sehat, maka kita dapat membaca Indonesia dengan baik. Tetapi jika tidak menggunakan akal yang sehat, maka kita akan membaca Indonesia untuk diri sendiri.
Ekonomi di Indonesia secara umum bermaksud : "keadaan setimbang dinamis antara ivestasi dan konsumsi untuk setinggi-tingginya pertumbuhan". Pengertian ekonomi seperti ini menghasilkan pemikiran "makin tinggu pertumbuhan , maka makin baik ekonomi". Inilah pemikiran yang hanya menggunakan akal atau logika tanpa empati. Konsep ekonomi diatas tidak memikirkan keberlanjutan dan keoptimalan lingkungan. Jika seseorang menggunakan logika dan empatinya maka konsep harusnya berbunyi "Setiap orang berhak melakukan hal yang disukainya sebaik-baiknya sehingga makin baik hasil mereka, makin baiklah ekonomi".
Hal yang perlu dilakukan Indonesia ada 3 hal;
1. Pelurusan visi pembangunan: visi yang tepat adalah memberi akses apapun seperti teknologi, listrik, pendidikan, dll kepada setiap diri manusia di Indonesia ini.
2. Perubahan paradigma investasi: paradigma investai yang sekarang ini adalah sumber daya lokal diolah atau diusahakan menjadi suatu nilai lebih dengan keuangan, manajemen, dan teknologi lalu keuntungan di salurkan ke penanam modal atau investor-investor. Paradigma yang seharusnya adalah keuntungan di salurkan untuk mensejahterakan komunitas lokal dan sumber daya lokal sehingga dapat mengoptimalkan suatu sumber daya lokal.
3. Pembatasan pertumbuhan usaha

4. Saska, CEO Riset Indie
Riset Indie merupakan komunitas penelitian teknologi sosial ekonomi dan media. Mereka memilih topik yang menarik secara subjektif lalu diinkubasikan menjadi suatu usaha. Kenapa usaha? Karena menurut saska suatu ide yang bagus  harus sustainable dan hal yang sustainable biasanya merupakan financially sustainable, sehingga perlu untuk menjadikannya usaha.
Contoh riset mereka yang pertama adalah usaha polaroid. Mereka menilai polaroid secara subjektif adalah topik yang menarik dimana kamera analog hampir punah karena kalah saing oleh kamera digital. Lalu mereka membuka usaha polaroid.
Yang kedua adalah usaha animatronic. Animatronic merupakan robot yang ditutupi make up atau latex sehingga berbetuk seperti makhluk hidup sungguhan. Mereka melihat ini merupakan sesuatu yang mudah tetapi tidak ada yang melakukannya di Indonesia. Hanya butuh kolaborasi mungkin mahasiswa elektro dengan teknik mesin serta seni patung untuk covernya. Intinya jangan arogan untuk berkolaborasi.
Yang terbaru adalah Angkotday. Pelaksanaan angkot day ini dilatar belakangi oleh kemacetan lalu lintas di Bandung yang masalahnya adalah kebanyakan jumlah kendaraan pribadi. Kebanyakan kendaraan pribadi disebabkan oleh biaya angkot yang lebih mahal ataupun kesal dengan angkot yang mengambil penumpang sembarangan.
Angkot day hanya akan dilaksanakan sekali. Riset indie akan mencharter angkot kalapa dago sehingga masyarakat kota bandung dapat menggunakan angkot dengan nyaman, tertib, dan gratis. Hal ini di tujukan untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat serta sopir angkot tentang ketertiban berlalu lintas serta keuntungan menggunakan transportasi umum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar