Senin, 26 Agustus 2013



Resume materi OSKM
Chairunnisa Salistya Rahardani
FMIPA-16013269

1.    K3 (Kritis, Kreatif, Konstruktif).
Dalam diri mahasiswa, sikap K3 sangat diperlukan dalam menghadapi suatu masalah. Sikap K3 yang pertama ialah Kritis. Kritis ialah sikap yang melihat berbagai permasalahan dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Dari sikap kritis inilah, akan muncul sikap kreatif. Kreatifadalah berusaha mencari solusi dari berbagai cara. Setelah sikap kreatif telah selesai dilaksanakan, maka akan timbul sikap konstruktif. Yaitu membangun suatu solusi dari suatu permasalahan. Ketiga sikap ini tidak dapat dipisahkan dan saling berkesinambungan antara satu dengan yang lain. Jika ketiga sikap ini dilakukan dengan baik, maka suatu permasalahan dapat terselesaikan dengan baik dan mempunyai solusi yang baik pula.

2.    Materi Kolaborasi.
Di dalam kolaborasi, selalu ada team building. Team building ialah ide individu dalam suatu kelompok untuk bekerja sama dam meraih suatu tertentu. Sejarah dari team buiding ialah adanya pergerakan. Dalam melakukan suatu pergerakan, kerja sama sangat diperlukan. Dengan adanya sikap kerjasama itulah, pergerakan dapat dilakukan. Didalam suatu kerja sama, konflik selalu ada. Untuk mengatasi konflik tersebut diperlukan manajemen konflik yang mengatur pergesekan-pergesekan agar menjadi suatu kebersamaan yang tidak menimbulkan kerugian bagi pihak manapun.
Tujuan dari adanya kolaborasi ialah memecahkan masalah, menciptakan sesuatu, menemukan sesuatu di dalam sejumlah hambatan. Adapun hambatan-hambatan yang harus dihadapi antara lain keahlian, waktu, biaya ,kompetisi dan kearifan konvensional.
Untuk mengatasi masalah tersebut, dapat dilakukan 3 pendekatan. Yaitu bargaining approach (membagi kesempatan untuk mendapatkan sumber daya secara merata), Bureaucratic approach (mengganti aturan- aturan birokratis yang bersifat impersonal untuk pengendalian personal), dan yang ketiga ialah Systems approach (melakukan seleksi yang sesuai dan mengurangi tekanan untuk konsensus).

3.    Visi Ketuhanan.
Visi ketuhanan erat kaitannya dengan alasan penciptaan manusia, yaitu hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Pada kehidupan umat beragama adanyasikap toleransi sangat diperlukan asalkan tidak mengganggu akidah kita. Didalam kehidupan umat beragama juga ada kebebasan substansial yaitu kebebasan yang membatasi visi yang kita miliki. Kita bebas melakukan apa saja asalkan tidak melanggar hak orang lain dan akan lebih baik lagi jika kita bisa menguntungkan orang lain.

4.    Cinta Tanah Air
Setiap bangsa mempunyai identitas bangsa masing-masing. Bangsa Indonesia memiliki identitas bangsa yaitu bendera merah putih, pancasila maupun lambang burung garuda. Kita wajib menjunjung  identitas bangsa  yang dapat dijadikan panutan bagi masyarakat. Wujud cinta tanah air yang bisa kita lakukan ialah menggunakan produk-produk dalam negeri.
Sebagai warga negara yang baik, kita harus menyukai kelebihan dan kelemahan bangsa kita. Kita bisa membuktikannya dengan tindakan konkret yang melihat Indonesia dari berbagai arah/aspek, seperti politik, ekonomi, sosial, teknolodi, lingkungan dan hukum/peraturan. Selain itu, kita harus menjunjung tinggi visi kebangsaan yang kita miliki yaitu menguntungkan diri sendiri dan bangsa Indonesia.

5.    Urgensi Kemahasiswaan
Mahasiswa mempunyai falsafah yang harus dimengerti, yakni
a.       Potensi
Mahasiswa mempunyai intelektualitas dan semangat muda yang tinggi. Selain itu, mahasiswa mempunyai idealis yang berguna bagi masa depan. Mahasiswa bersifat independent yang tidak terikat dengan pemerintah dan instansi manapun. Sikap kritis, kreatif, dan konstruktif juga diperlukan bagi seorang mahasiswa.
b.      Posisi
Didalam kehidupan bernegara, masyarakat dibagi menjadi 3, yaitu :
-          Masyarakat politik : masyarakat yang fokus pada kekuasaan.
-          Masyarakat ekonomi : masyarakat yang fokus pada usaha.
-          Masyarakat sipil : masyarakat biasa.
Mahasiswa merupakan masyarakat sipil yang terpelajar dan berada di irisan ketiga masyarakat tersebut.
c.       Peran
Peran mahasiswa ialah :
-          Guardian of value : menjaga nilai-nilai agar tidak terpengaruh.
-          Agent of change : melakukan perubahan dengan karya yang kita miliki.
-          Iron stock : merupakan generasi yang akan memegang bangsa kedepannya.

Tri Dharma Perguruan Tinggi :
1.    Pendidikan dan pengajaran.
2.    Penelitian dan pengembangan.
3.    Penagabdian masyarakat.


Budaya kampus :
1.    Peduli lingkungan.
2.    Integritas akademik.
3.    Diskusi.
4.    Apresiasi.
5.    Wawasan kebangsaan.
6.    Inovasi.
7.    Kewirausahaan.
8.    Dekat dengan masyarakat.
9.    Dekat dengan alam.
10. Jiwa pemimpin.
11. Budaya menulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar