Senin, 26 Agustus 2013



Resume materi OSKM
Chairunnisa Salistya Rahardani
FMIPA-16013269

1.    K3 (Kritis, Kreatif, Konstruktif).
Dalam diri mahasiswa, sikap K3 sangat diperlukan dalam menghadapi suatu masalah. Sikap K3 yang pertama ialah Kritis. Kritis ialah sikap yang melihat berbagai permasalahan dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Dari sikap kritis inilah, akan muncul sikap kreatif. Kreatifadalah berusaha mencari solusi dari berbagai cara. Setelah sikap kreatif telah selesai dilaksanakan, maka akan timbul sikap konstruktif. Yaitu membangun suatu solusi dari suatu permasalahan. Ketiga sikap ini tidak dapat dipisahkan dan saling berkesinambungan antara satu dengan yang lain. Jika ketiga sikap ini dilakukan dengan baik, maka suatu permasalahan dapat terselesaikan dengan baik dan mempunyai solusi yang baik pula.

2.    Materi Kolaborasi.
Di dalam kolaborasi, selalu ada team building. Team building ialah ide individu dalam suatu kelompok untuk bekerja sama dam meraih suatu tertentu. Sejarah dari team buiding ialah adanya pergerakan. Dalam melakukan suatu pergerakan, kerja sama sangat diperlukan. Dengan adanya sikap kerjasama itulah, pergerakan dapat dilakukan. Didalam suatu kerja sama, konflik selalu ada. Untuk mengatasi konflik tersebut diperlukan manajemen konflik yang mengatur pergesekan-pergesekan agar menjadi suatu kebersamaan yang tidak menimbulkan kerugian bagi pihak manapun.
Tujuan dari adanya kolaborasi ialah memecahkan masalah, menciptakan sesuatu, menemukan sesuatu di dalam sejumlah hambatan. Adapun hambatan-hambatan yang harus dihadapi antara lain keahlian, waktu, biaya ,kompetisi dan kearifan konvensional.
Untuk mengatasi masalah tersebut, dapat dilakukan 3 pendekatan. Yaitu bargaining approach (membagi kesempatan untuk mendapatkan sumber daya secara merata), Bureaucratic approach (mengganti aturan- aturan birokratis yang bersifat impersonal untuk pengendalian personal), dan yang ketiga ialah Systems approach (melakukan seleksi yang sesuai dan mengurangi tekanan untuk konsensus).

3.    Visi Ketuhanan.
Visi ketuhanan erat kaitannya dengan alasan penciptaan manusia, yaitu hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Pada kehidupan umat beragama adanyasikap toleransi sangat diperlukan asalkan tidak mengganggu akidah kita. Didalam kehidupan umat beragama juga ada kebebasan substansial yaitu kebebasan yang membatasi visi yang kita miliki. Kita bebas melakukan apa saja asalkan tidak melanggar hak orang lain dan akan lebih baik lagi jika kita bisa menguntungkan orang lain.

4.    Cinta Tanah Air
Setiap bangsa mempunyai identitas bangsa masing-masing. Bangsa Indonesia memiliki identitas bangsa yaitu bendera merah putih, pancasila maupun lambang burung garuda. Kita wajib menjunjung  identitas bangsa  yang dapat dijadikan panutan bagi masyarakat. Wujud cinta tanah air yang bisa kita lakukan ialah menggunakan produk-produk dalam negeri.
Sebagai warga negara yang baik, kita harus menyukai kelebihan dan kelemahan bangsa kita. Kita bisa membuktikannya dengan tindakan konkret yang melihat Indonesia dari berbagai arah/aspek, seperti politik, ekonomi, sosial, teknolodi, lingkungan dan hukum/peraturan. Selain itu, kita harus menjunjung tinggi visi kebangsaan yang kita miliki yaitu menguntungkan diri sendiri dan bangsa Indonesia.

5.    Urgensi Kemahasiswaan
Mahasiswa mempunyai falsafah yang harus dimengerti, yakni
a.       Potensi
Mahasiswa mempunyai intelektualitas dan semangat muda yang tinggi. Selain itu, mahasiswa mempunyai idealis yang berguna bagi masa depan. Mahasiswa bersifat independent yang tidak terikat dengan pemerintah dan instansi manapun. Sikap kritis, kreatif, dan konstruktif juga diperlukan bagi seorang mahasiswa.
b.      Posisi
Didalam kehidupan bernegara, masyarakat dibagi menjadi 3, yaitu :
-          Masyarakat politik : masyarakat yang fokus pada kekuasaan.
-          Masyarakat ekonomi : masyarakat yang fokus pada usaha.
-          Masyarakat sipil : masyarakat biasa.
Mahasiswa merupakan masyarakat sipil yang terpelajar dan berada di irisan ketiga masyarakat tersebut.
c.       Peran
Peran mahasiswa ialah :
-          Guardian of value : menjaga nilai-nilai agar tidak terpengaruh.
-          Agent of change : melakukan perubahan dengan karya yang kita miliki.
-          Iron stock : merupakan generasi yang akan memegang bangsa kedepannya.

Tri Dharma Perguruan Tinggi :
1.    Pendidikan dan pengajaran.
2.    Penelitian dan pengembangan.
3.    Penagabdian masyarakat.


Budaya kampus :
1.    Peduli lingkungan.
2.    Integritas akademik.
3.    Diskusi.
4.    Apresiasi.
5.    Wawasan kebangsaan.
6.    Inovasi.
7.    Kewirausahaan.
8.    Dekat dengan masyarakat.
9.    Dekat dengan alam.
10. Jiwa pemimpin.
11. Budaya menulis.

Jumat, 23 Agustus 2013

Resume Seminar OSKM 2013

Materi I oleh :
Gita Wirjawan (Menteri perdagangan Indonesia)

Semangat kemahasiswaan dan kearifan lokal sangatlah identik dengan masa orientasi di Institut Teknologi Bandung. Selalu dibutuhkan penanaman rasa cinta tanah air sejak dini dan dengan hal inilah. diadakannya OSKM Institut Teknologi Bandung 2013 adalah awal dari didapatnya hal tersebut dalam diri mahasiswa

Perekonomian membutuhkan pemimpin yang dekat dengan rakyat. dalam hal ini ada ketetapan untuk menjadi tetap rasional. kita bisa menjadi para pemimpin bangsa yang terus memajukan negaranya di abad ke 21 ini apabila tidak ada korupsi .

Pemimpin yang baik harus mengedepankan pluralisme yaitu pemuda yang menghargai keberagaman. pemimpin indonesia butuh pemuda yang memiliki kearifan lokal, harus mampu memajukan potensi bangsa Indonesia dan aktif.

Garuda-kan lah Indonesia, seperti Psy menggangnam-style-kan Korea selatan. Kita harus mau mengonsumsi produk dalam negeri layaknya negara maju  dan memproduksinya, bahkan menginternasionalisasi produk tersebut. Harus ada diversifikasi pekerjaan di Indonesia. Sistem ini telah dipakai Korea Selatan dan mereka sangat maju dan sukses.

Pemajuan usaha dagang atau produksi barang tidak hanya dilakukan di Jawa saja. banyak pulau-pulau yang apabila dikembangkan berpotensi memajukan indonesia.

Alumni ITB seperti Soekarno dan Habibie telah berhasil menjadi presiden dan membawa Negaranya ke dunia Internasional dengan baik. komponen kabinet Indonesia bersatu sekarang ada 30% lulusan ITB.

Jadilah garuda yang kreatif, terampil, dan bersemangat kebangsaan. Jalani tahun kalian dengan 
 tekad.

Materi II oleh :
Wanadri : Ilham Fauzi, Indra Hidayat, Ikhsan

Luas Indonesia hampir 70%nya adalah perairan. Asal mula luas indonesia jauh lebih kecil dari sekarang. kira-kira 1/3nya saja.  Namun segalanya berubah semenjak deklarasi Juanda yang membuat Indonesia 3x lipat lebih besar.

Indonesia memiliki garis pantai terpanjang ke-2 setelah Brazil. memiliki keragaman jenis sungai, kawasan tapak purba yang tua, medan khatulistiwa yang unik- di tempat panas terdapat salju- JayaWijaya.

Kalimantan memiliki dataran yang lebar. Sumatera dan Jawa memiliki cincin gunung berapi.
 Semua hal tersebut ada dalam kesatuan negara Indonesia.

 Sadar diri, sadar lingkungan , sadar tujuan.

Materi III oleh :
Tri Mumpuni

Integritas & Kompetensi Alumni ITB untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa.

Integritas dan kompetensi terdiri atas 2 hal :
1) Pengetahuan (logika)
2) Perasaan (Empati)

keduanya tergabung dalam lingkup yang disebut : Akal Sehat. Dua hal yang bekerja selaras dan bekerja baik akan membuat Akal sehat yang baik.

Kebanyakan dari Wilayah Indonesia, dimiliki oleh AS dan negara lain atas Minyak dan Batu Baranya. Indonesia terus memperkaya negara orang lain sementara ada 33000 desa tanpa listrik sama sekali.

Ekonomi makin tinggi pertumbuhan makin baik. Itulah yang kita butuhkan. Majukan Indonesia tanpa campur tangan negara lain agar profit atau keuntungannya didapat untuk kita sendiri.

Ingatlah! Setiap orang adalah unik harus ada kewirausahaan sosial.

Materi IV oleh :
Saska (Riset-Indie)

bergerak dalam bidang sosial teknologi ekonomi dan media terus membuat project-project yang inovatif di negeri ini.

1) polaroid : membangkitkan lagi kamera tua yang dipakai untuk melestarikan teknologi yang semakin lama semakin di tinggalkan akibat adanya kamera digital
 2)Animatronic : penggabungan Elektro dan Seni rupa yang terus di satukan dalam wujud Alinea. sebuah alien dari planet Paragraf
3) Angkot Day : angkot dimana akan menjadi sangat tertib dan gratis.

Pradnya Emeralda S : 19913074

Resume Seminar


HASBI HARBI PUTRA
FTI
16713338

Resume Seminar
1. Gita Wiryawan, Menteri Perdagangan dan Kepala PBSI
Perekonomian Indonesia menduduki rangking 15 di dunia. Perekonomian Indonesia membutuhkan pemimpin yang mengerti tentang kondisi rakyatnya. Pembangunan ekonomi tidak berarti menghilangkan adat karena tanpa kearifan lokal, bangsa kehilangan jati dirinya atau identitas bangsanya. 
Kita perlu melihat budaya gangnam dari korea selatan yaitu kemahiran teknologi, demokrasi, kesinambungan biaya, dan kemajuan ekonomi. Dari korsel kita belajar bahwa Asia itu bisa menjadi kiblat perekonomian dunia. Sedangkan Indonesia kebanyakan mengkonsumsi hasil produksi luar negeri saja. Indonesia hanya dapat mengekspor bahan mentah yang dijual dengan harga yang lebih kacil dibandingkan dengan hasil barang jadi yang di hasilkan oleh negara lain. Yang kita butuhkan adalah bukang meng-"gangnam"-kan Indonesia tetapi meng-"garuda"-kan Indonesia.
Hal yang perlu diperhatikan adalah mengisi konsumsi negara Indonesia dengan produk-produk Indonesia. Tak perlu reinvent, tapi dengan mengemulasi yang sudah ada. KIta perlu pemimpin yang bisa menjawab tantangan zamannya. Kita juga perlu pemimpin yang responsif terhadap permintaan rakyat. Intinya kita membutuhkan seorang pemimpin yang nationalist at the same time internationalist. Jadi pemimpin yang pro rakyat serta tetap eksis di dunia Internasional. Serta pemimpin yang kreattif, terampil, berteknologi, serta bangga berbangsa dan mengerti kearifan lokal.

2. Indra Hidayat, presentator Wanadri
Wanadri adalah kependekan dari Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki gunung yang merupakan organisasi atau komunitas pencinta alam khususnya alam Indonesia. Kegiatan Wanadri kebanyakan adalah ekspedisi-ekspedisi. Kegiatan terakhir mereka yang berprestasi adalah pendakian seven summit. Seven summit disini adalah 7 puncak gunung-gunung tertinggi di dunia. Ada 4 orang dari wanadri yang menyelesaikan misinya pada tahun 2013 ini. Beberapa gunung yang di daki adalah gunung everest dan Jaya Wijaya.
Ada juga kegiatan ekspedisi ke pulau-pulau terdepan di Indonesia. Mereka melakukan ekspedisi ke pulau-pulau lalu mengklaim secara simbolis daerah Indonesia dengan menaruh patung berwarna merah-putih Soekarno-Hatta.
Wanadri mempresentasikan materi dengan tema Cinta Tanah Air. Cinta tanah air yang mereka tunjukan adalah dengan melakukan ekspedisi di Indonesia ataupun membawa nama Indonesia dalam ekspedisi lain. Cinta Tanah Air harus sadar diri, sadar lingkungan, sadar tujuan.

3. Ibu Tri Mumpuni
Ibu Tri mempresentasikan materi berjudul Integritas kompetensi Alumni ITB untuk kemandirian dan kesejahteraan bangsa. Menurut Ibu Mumpuni Mahasiswa harus memiliko yang namanya pengetahuan (logika) dan perasaan (empati) dan mahasiswa harus bisa terus menerus membuat komunikasi antara dua hal ini sehingga terjadi kepaduan sifat mahasiswa yang ideal secara akademik tetapi tetap memiliki empati. Jika kita menggunakan akal sehat, maka kita dapat membaca Indonesia dengan baik. Tetapi jika tidak menggunakan akal yang sehat, maka kita akan membaca Indonesia untuk diri sendiri.
Ekonomi di Indonesia secara umum bermaksud : "keadaan setimbang dinamis antara ivestasi dan konsumsi untuk setinggi-tingginya pertumbuhan". Pengertian ekonomi seperti ini menghasilkan pemikiran "makin tinggu pertumbuhan , maka makin baik ekonomi". Inilah pemikiran yang hanya menggunakan akal atau logika tanpa empati. Konsep ekonomi diatas tidak memikirkan keberlanjutan dan keoptimalan lingkungan. Jika seseorang menggunakan logika dan empatinya maka konsep harusnya berbunyi "Setiap orang berhak melakukan hal yang disukainya sebaik-baiknya sehingga makin baik hasil mereka, makin baiklah ekonomi".
Hal yang perlu dilakukan Indonesia ada 3 hal;
1. Pelurusan visi pembangunan: visi yang tepat adalah memberi akses apapun seperti teknologi, listrik, pendidikan, dll kepada setiap diri manusia di Indonesia ini.
2. Perubahan paradigma investasi: paradigma investai yang sekarang ini adalah sumber daya lokal diolah atau diusahakan menjadi suatu nilai lebih dengan keuangan, manajemen, dan teknologi lalu keuntungan di salurkan ke penanam modal atau investor-investor. Paradigma yang seharusnya adalah keuntungan di salurkan untuk mensejahterakan komunitas lokal dan sumber daya lokal sehingga dapat mengoptimalkan suatu sumber daya lokal.
3. Pembatasan pertumbuhan usaha

4. Saska, CEO Riset Indie
Riset Indie merupakan komunitas penelitian teknologi sosial ekonomi dan media. Mereka memilih topik yang menarik secara subjektif lalu diinkubasikan menjadi suatu usaha. Kenapa usaha? Karena menurut saska suatu ide yang bagus  harus sustainable dan hal yang sustainable biasanya merupakan financially sustainable, sehingga perlu untuk menjadikannya usaha.
Contoh riset mereka yang pertama adalah usaha polaroid. Mereka menilai polaroid secara subjektif adalah topik yang menarik dimana kamera analog hampir punah karena kalah saing oleh kamera digital. Lalu mereka membuka usaha polaroid.
Yang kedua adalah usaha animatronic. Animatronic merupakan robot yang ditutupi make up atau latex sehingga berbetuk seperti makhluk hidup sungguhan. Mereka melihat ini merupakan sesuatu yang mudah tetapi tidak ada yang melakukannya di Indonesia. Hanya butuh kolaborasi mungkin mahasiswa elektro dengan teknik mesin serta seni patung untuk covernya. Intinya jangan arogan untuk berkolaborasi.
Yang terbaru adalah Angkotday. Pelaksanaan angkot day ini dilatar belakangi oleh kemacetan lalu lintas di Bandung yang masalahnya adalah kebanyakan jumlah kendaraan pribadi. Kebanyakan kendaraan pribadi disebabkan oleh biaya angkot yang lebih mahal ataupun kesal dengan angkot yang mengambil penumpang sembarangan.
Angkot day hanya akan dilaksanakan sekali. Riset indie akan mencharter angkot kalapa dago sehingga masyarakat kota bandung dapat menggunakan angkot dengan nyaman, tertib, dan gratis. Hal ini di tujukan untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat serta sopir angkot tentang ketertiban berlalu lintas serta keuntungan menggunakan transportasi umum.

RESUME KEGIATAN SEMINAR OSKM 2013

Izdihar Afaf
SITH-R
19813061

Narasumber 1 : Bapak Gita Wirjawan
Semangat kemahasiswaan kental dengan kearifan lokal dan erat dengan orientasi studi. Perekonomian Indonesia membutuhkan pemimpin yang dapat menyejahterakan rakyat. Pemimpin bangsa kita harus mempunyai unsur demokrasi, pluralisme dan pemerataan. Negara Indonesia merupakan negara muslim terbesar dari sisi ekonomi, lebih besar dari Saudi Arabia, negara kita bisa sukses sebagai negara muslim apabila kita dapat mengedepankan pluralisme. Indonesia butuh pemimpin yang mengedepankan kearifan lokal yang tetap melestarikan adat istiadat dan kekayaan budaya suatu daerah. Bangsa yang menghilangkan kearifan lokal berarti bangsa yang kehilangan jati dirinya. Indonesia butuh pemimpin yang mampu menjawab tantangan bangsanya dan sejauh mana ia bisa responsif terhadap permintaan rakyat. We have to be nasionalistic but at the same time, internationalistic.

Narasumber 2 : Wanadri
Dengan mengedepankan rasa cinta tanah air, wanadri melakukan ekspedisi  mendaki 7 gunung tertinggi di dunia ( 7 summit ). Dengan Indonesia yang terdiri atas beribu pulau, berbagai macam ragam hayati, kultur kebudayaan yang beragam, dan mempunyai garis pantai terpanjang ke 2 di dunia tentunya akan banyak yang ingin merebut kebudayaan Indonesia dari tangan kita namun tidak udah risau, kita lah nanti yang akan membuat kebudayaan baru di indonesia dan negara lain yang nantinya hanya menjadi followersnya.

Narasumber 3 : Ibu Tri Mumpuni
Tema yang dibawakan adalah “Integritas dan Kompetisi Pemuda untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa”. Sebagai pemuda pemudi Indonesia kita harus memiliki pengetahuan (logika) dan perasaan (empati) yang saling bersinergi satu sama lain agar dapat menghasilkan akal sehat dan ‘membaca’ Indonesia dengan baik. Saat ini banyak masyarakat dan desa yang belum dapat terakses oleh listrik padahal seperti yang kita tau bahwa sumber daya alam Indonesia sangatlah kaya dan melimpah tetapi belum dapat dirasakan oleh masyarakatnya sendiri. Oleh karena itu, kita harus menjadi pemimpin yang berintegritas, pemimpin yang tidak menjual semua aset bangsanya kepada negara lain untuk sekadar alasan ekonomi. Ada yang mengatakan bahwa semakin tinggi pertumbuhan maka semakin tinggi pula tingkat ekonomi suatu negara tetapi hal yang perlu diingat adalah seharusnya hal tersebut terbatas pada nilai optimal untuk kesejahteraan masyarakat lokal dan daya dukung lingkungan setempat. Tapi yang terjadi saat ini adalah ekonomi dicapai sampai angka dan besaran tertentu tanpa memedulikan aspek kemanusiaan dan lingkungan. Alternatif yang dapat kita gunakan yaitu kewirausahaan sosial dengan melakukan kegiatan yang kita sukai dengan sebaik-baiknya tetapi dengan tetap memerhatikan aspek kemanusiaan.

Narasumber 4 : Saska (Riset Indie)

Riset Indie merupakan kolektif penelitian di ranah IPTEK, sosial dan media. Pada awalnya, kak Saska sempat mencoba berdagang dengan memanfaatkan polaroid tetapi mengalami kebangkrutan karena beliau sadar bahwa menjalankan bisnis tidaklah mudah hingga akhirnya beliau mencoba project animatronic yaitu sebuah robot yang dicover dengan topeng dan make up sehingga terlihat nyata. Beliau berani mencoba project ini karena bagi beliau teknologi animatronic tidaklah sulit apalagi jika para mahasiswa dari berbagai bidang melakukan kolaborasi membuat project animatronic ini. Animatronic dikendalikan dengan menggunakan iPad dan Wi-Fi. Project Riset Indie yang saat ini sedang berlangsung adalah “Angkot Day” yang merupakan respon atas kemacetan di kota Bandung dan merupakan penelitian ekonomi-sosial. Angkot Day merupakan project di mana nanti angkot jurusan Kalapa – Dago akan dibuat aman, nyaman, tertib, bebas ngetem, dan gratis. Dengan adanya project Angkot Day ini diharapkan para warga Bandung akan beralih dari yang tadinya berpergian menggunakan kendaraan pribadi menjadi menggunakan angkot sebagai sarana transportasi, tentunya dengan meningkatkan kualitas angkot sehingga masyarakat akan nyaman berpergian akibatnya volume kendaraan di Bandung akan menyusut dan mengurangi kemacetan.

Resume seminar OSKM ITB 2013

Resume seminar OSKM 2013
Pada OSKM ITB 2013 kali ini, di adakan seminar OSKM yang mendatangkan pembicara-pembicara yang luar biasa. Di dalam seminar kali ini OSKM ITB 2013 mendatangkan 4 narasumber yang sangat inspiratif yaitu bapak mentri perdagangan Gita Wiryawan, Wanadri, Ibu Tri Mumpuni, dan terakhir adalah CEO dari riset indie kak Saska, berikut adalah hal yang menurut saya merupakan esensi dari materi yang telah masing-masing pembicara tadi sampaikan :
1. Bapak Gita Wiryawan : beliau merupakan lulusan magister dari public administration Harvard university, beliau pun di percayai sebagai ketua umum PBSI dan juga mentri perdagangan republic Indonesia. Materi yang beliau sampaikan mengarahkan kita untuk menjadi pemimpin penerus bangsa yang menjunjung tinggi kearifan local, memiliki kemahiran teknologi, kesinambungan demokrasi, kekayaan budaya, dan kekuatan ekonomi. Hampir semua aspek yang di sebutkan tersebut telah di miliki oleh Indonesia namun satu hal yang masih belum di miliki yaitu kemahiran teknologi, hal ini lebih di kuasai oleh Negara-negara barat. Satu hal yang saya sangat setuju dengan bapak Gita wiryawan di saat beliau mengataka “if you want it, you’ll get it’. Lalu perekonomian di Indonesia saat ini juga butuh pemimpin-pemimpin Negara yang ngerti akan keinginan bangsa dan juga kontra korupsi, sangat penting menopang korupsi yang akan ada di pemimpin-pemimpin selanjutnya. Pada penjelasan itu juga pak Gita memaparkan bahwa Indonesia ini sedang dalam tahap perkembangan perekonomian dimana sekitar 20 tahun kedepan nanti Indonesia bias memiliki PDB sekitar Rp 360.000 triliun, namun ancaman nya adalah dari PDB di Indonesia ini bias saja di kuasai atau di miliki sebagian besar oleh asing akibat ketidak mahiran anak bangsa dalam berteknologi, dan itulah sudah menjadi kewajiban kita untuk memiliki sifat-sifat calon penerus bangsa yang baik tersebut.
2. Wanadri : dalam presentasinya yang di sampaikan oleh kak Indra Hidayat ini beliau menjelaskan tentang apa itu himpunan wanadri sendiri, wanadri adalah Perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung, organisasi ini merupakan organisasi yang bergerak dalam kegiatan di alam bebas. Beliau memaparkan tentang apa-apa saja kegiatan wanadri dan bagaimana baiknya kita sebagai bangsa yang baik itu harus melakukan apa untuk tanah air? Wanadri ini telah menaungi berbagai kegiatan semisal contoh adalah 7 summit yaitu ekspedisi para anak bangsa dalam rangka mendaki 7 puncak tertinggi di dunia, ada juga ekspedisi mengunjungi pulau-pulau terluar di Indonesia dengan menancapkan prasasti soekarno hatta di pulau-pulau tersebut. Yang menarik lain nya adalah mengenai pernyataan tentang peng klaim an budaya Indonesia oleh asing, yaitu kita tidak perlu kesal ataupun gusar akan banyak nya kejadian tersebut, karena secara tidak langsung itu adalah peng apresiasi an tertinggi akan budaya yang kita miliki, yang perlu kita pikirkan adalah mengembangkan budaya kita secara terus menerus sehingga Negara-negara tetangga hanya akan menjadi follower kita. Dalam materi ini pun di ceritakan mengenai perjuangan Prof. Ir. H. Djuanda yang memperjuangkan batas laut Indonesia tanpa kekerasan melainkan melewati jalur diplomasi. Di beritakan juga bahwa bukti nyata mengenai global warming telah nampak terlihat di puncak gunung di afrika selatan yang awal nya terdapat sekian kilogram es, sekarang sudah tinggal sedikit yang terlihat.
3. Ibu Tri Mumpuni : judul dari materi yang bu tri sampaikan adalah mengenai integritas dan kompetensi alumni ITB untuk kemandirian dan kesejahteraan bangsa. Di sini di sampaikan mengenai keseimbangan antara logika atau pengetahuan dengan perasaan atau empati yang keduanya ini harus di miliki oleh calon-calon pemimpin bangsa agar dapat membaca Indonesia dengan baik. Karena jika kedua hal tersebut tidak di miliki dan tidak berkesinambungan Indonesia akan dapat dengan mudah di miliki dengan asing, akibat dari para pemimpin bangsa yang hanya bias membaca Indonesia dari diri sendiri. Satu hal menarik yang saya simak adalah mengenai perubahan paradigma investasi, yaitu dengan menggabungkan sumber daya local, keuangan, teknologi, dan manajemen agar pertumbuhan bangsa dapat terdistibusi dengan merata.
4. Kak Saska : beliau selaku CEO dari riset indie. Beliau menjelaskan mengenai program-program yang menurut saya sangat berkualitas yang telah dan akan riset indie lakukan. Salah satu program yang telah berhasil dan mendapatkan reaksi positif dari masyarakat adalah Project Alinea, yang dimana project ini di usung lewat ketertarikan kak saska dan teman-teman nya akan kamera polaroid atau bias di sebut kamera instan. Dimana saat itu kamera tersebut kalah saing dan perusahaan yang menaungi pembuatan kamera tersebut bangkrut, tentu hal ini terjadi di luar sana da nada beberapa orang pecinta kamera polaroid ini yang membeli perusahaan bangkrut tersebut dan coba memasarkan nya kembali. Namun mereka gagal karena terlalu sulit untuk bersaing dengan kamera digital. Project yang seru menurut saya dan akan ber impact sangat baik nantinya adalah angkot day, project ini merupakan survey yang nanti nya hasil dari data ini akan menjadi pengajuan kepada pemkot untuk di tinjau ulang. Angkot day ini merupakan survey dimana nanti akan di adakan angkot dengan kualitas aman, tertib, dan nyaman juga gratis untuk angkot jurusan dago kalapa. Hal paling saya ingat di kepala saya adalah mengenai pikiran tentang bahwa anak-anak ITB itu cenderung angkuh dan berdiri sendiri sehingga tidak terjalin kolaborasi antar fakultas-fakultas di ITB sendiri, ini yang akan kita hindari!
Galih(19713127)

Resume Seminar OSKM ITB 2013

Resume Seminar OSKM 2013
Pada hari Jumat tanggal 23 Agustus 2013, panitia dalam rangka OSKM 2013 mengadakan seminar bagi mahasiswa mahasiswa baru yang tengah mengikuti OSKM 2013. Seminar kali ini mendatangkan 4 pembicara, masing masing dengan topik topiknya sendiri. Ke empat pembicara tersebut, sesuai urutan bicara yakni:
1. Bapak Gita Wirjawan (selaku Menteri Perdangan RI)
2. Representatif dari WANADRI
3. Ibu Tri Mumpuni
4. Saska dari Riset Indie
Seminar ini dibuka dengan dinyanyikannya lagu kebangsaan Indonesia yakni “Indonesia Raya”. Setelah beberapa kata sambutan, Bapak Gita Wirjawan sebagai pembicara pertama pun mengisi seminar dengan pidatonya. Beliau yang juga merupakan ketua PBSI mengaitkan semangat juang atlet Indonesia di China dengan semangat juang yang diperlukan oleh Indonesia agar mampu maju. Saat ini Indonesia adalah negara dengan “kue ekonomi” yang cukup besar, tidak jauh tertinggal dari negara negara seperti China dan Jepang. Indonesia sendiri pun dalam G20 memiliki pertumbuhan yang paling pesat. Jika kita mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% maka kita akan mampu meninggalkan “middle income trend” dan memasuki “high income trend”. 

Semua fakta diatas menunjukan sedikit dari besarnya potensi dan kemampuan dan bangsa kita. Namun begitu, tanpa adanya jiwa jiwa muda ber kearifan lokal yang memimpin bangsa, maka potensi potensi Indonesia tidak akan pernah tercapai, tapi malah justru akan semakin jauh dari jangkauan. Semangat memberantas korupsi, kemajuan teknologi, sinergi dari demokrasi, penjunjungan dari pluralisme semua akan mendorong negara kita untuk melaksanakan hilirisasi. Hilirisasi yang dimaksud adalah proses konversi industri dimana kita tidak lagi hanya menghasilkan sumber daya alam mentah, namun juga mampu memberikan nilai tambah pada sumber daya alam mentah tersebut. Hilirisasi ini akan berdampak positif yang amat besar terhadap ekonomi Indonesia, karena produk akhir, jika dibandingkan dengan sumber daya alam mentahnya, memiliki nilai hamper ratusan kali lipat lebih tinggi. Ini akan dapat juga membantu menutup kesenjangan sosial yang semakin membesar seirin berjalannya waktu. Tanggung jawab itu jatuh kepada kita mahasiswa mahasiswa Indonesia.
Alam Indonesia sendiri pun merupakan alam yang teramat sangat kaya. Menurut presentasi dari perwakilan WANADRI, negara kita memiliki wilayah yang amat luas dengan mayoritas wilayahnya berupa laut. Kekayaan bahari yang dimiliki Indonesia sangatlah besar. Bukan hanya dari sumber daya alam yang terdapat di laut, namun juga posisi strategisnya yang menjadikan Indonesia dilalui oleh jalur perdagangan menuju Australia dan Timur Jauh. Potensi yang tersimpan dari bahari Indonesia ini akan dapat memperbaikkan taraf hidup masyarakat. Selain kekayaan baharinya, Indonesia pun memiliki banyak potensi potensi di daratannya yang masih belum dimanfaatkan. Dimulai dari sumber sumber energi yang berasal dari deretan gunung berapi dari Sumatra sampai Nusa Tenggara sampai dengan kekayaan hayati dan hewani yang sampai perlu dipisah dengan garis Wallace. 
Namun begitu, alam yang sangat kaya pun hanya akan memperkaya negara lain saat wirausahawan wirausahawan Indonesia dan sistem perekonomiannya masih mementingkan para pemilik modal. Seperti yang dibicarakan Ibu Tri Mumpuni, kita sebagai manusia memiliki empati dan logika. Kedua unsur tersebut haruslah selalu saling berkomunikasi. Tanpa adanya logika, maka manusia akan cepat hancur dan tidak teratur. Namun tanpa adanya logika, maka akan tercipta sebuah pribadi yang dingin dan seringkali tidak manusiawi. Apabila kepribadian ini dimiliki oleh wirausahawan wirausahawan Indonesia yang memiliki peran dan dampak penting dalam majunya ekonomi Indonesia, maka terjadilah ekonomi dimana yang kaya semakin kaya, sedangkan yang miskin semakin miskin. Hal ini terjadi karena seperti yang telah saya sebut, hanya kepentingan dari para pemilik modal lah yang terpenuhi. Kepentingan kepentingan pemilik modal ini pun seringkali tidak menghiraukan kepentingan rakyat banyak yang masih hidup berkekurangan, hanya mengambil sumber daya alam yang ada tanpa memperhatikan komunitas sekitarnya. Indonesia yang kaya raya ini pun, dibawah sistem ekonomi yang tidak manusiawi itu hanya akan menjadi negara kuli kuli, dengan potensi penuh sumber daya alam kita hanya dinikmati segelintir dari rakyat Indonesia dan negara negara asing. Negara ini tidak akan pernah makmur apabila trend seperti it dilanjutkan.

Memang betul bahwa Indonesia membutuhkan perubahan yang besar. Dari kebobrokan moral, sampai terpuruknya ekonomi, banyak yang perlu dilakukan agar nama Indonesia bisa harum di kancah internasional dan masyarakat kita sejahtera merata. Namun begitu, mendatangkan perubahan tersebut tidaklah hanya dapat dicapai melalui tindakan tindakan yang besar, radikal, dan/atau ekstrim. Kita dapat memulai dari hal hal yang sederhana atau kecil dari lingkungan sekitar kita. Seperti Riset Indie yang diwakilkan oleh CEO nya “Bro Saska”. Riset Indie ini merupakan asosiasi yang mengadakan penelitian penelitian independen mengenai hal hal ang berbau teknologi, kebudayaan, maupun sosial ekonomi. Riset Indie ini mengadakan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencoba merubah Indonesia sedikit demi sedikit dari hal hal yang kecil, dimulai dari Kota Bandung. Semangat Riset Indie ini merupakan perwujudan dari paham bahwa tidaklah diperlukan 1 orang yang menanggung beban perubahan besar dan ekstrim, namun cukup semua orang memainkan peran mereka dengan baik dalam masyarakat sambil membawa sedikit demi sedikit perubahan baik, maka dengan sendirinya perubahan besar itu akan datang dan Indonesia akan sejahtera. Untuk itu, kolaborasi antara kita mahasiswa ITB dengan rakyat sekitar kita serta berbagai pihak sangatlah penting untuk bersama menanggung beban dan membawa perubahan yang dibutuhkan negara kita.

Pada akhirnya, hal yang paling penting dalam datangnya kesejahteraan Indonesia adalah tekad. Sehebat apapun ide ide kita, semampu apapun diri kita, sebanyak apapun gelar kita, pencapaian kita hanyalah setinggi keinginan kita. Dengan keinginan dan tekad yang kuat itulah, kita mampu mencapai tujuan kita.

Gede Anandanugraha Kertaraharja
16713158

Timeline dan Sejarah Kemahasiswaan ITB

Zaman Penjajahan Belanda dan Jepang
Awalnya ada Bandoeng Studenten Corps (BSC) atau perkumpulan mahasiswa di Bandung. BSC berdiri pada saat ITB masih bernama Technische Hoogeshcule te Bandoeng (TH Bandoeng). Ada juga mahasiswa-mahasiswa Belanda yang memisahkan diri, membentuk Indonesische Student Vereniging (ISV).
Ir. Soekarnomasuk menjadi mahasiswa mulai tahun 1921, tapi keluar 2 bulan setelahnya karena alasan pergerakan nasional. Pada tahun 1922, Ir. Soekarno kembali dan akhirnya lulus di tahun 1926.
Pada jaman penjajahan Jepang, TH Bandoeng berubah menjadi Institute Of Tropical Sciences (1942) dan Bandung Kogyo Daigaku (1944)
Zaman Kemerdekaan
Setelah merdeka, Bandung Kogyo Daigaku berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Teknik Bandung (STT Bandung). Disini terbentuklah Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Bandung. Saat itu, kampus STT Bandung mempunyai multifungsi. Gejolak revolusi membuat STT Bandung menjadi kesatuan dari potensi SDM, ilmu dan teknologi, laboratorium dan peralatan. pada bulan Oktober 1945, didepan anggota KNIP, mahasiswa yang menyatakan tekad mahasiswa Indonesia untuk tidak akan kembali ke kampus selama Indonesia belum penuh merdeka.
STT Bandung kemudian pindah ke Yogyakarta untuk kemudian bergabung dengan beberapa akademi dan sekolah tinggi membentuk Universitas Gadjah Mada
Tahun 1950-an
pada saat ini, STT bergabung dengan UI. Pada saat itu terbentuklah Dewan Mahasiswa UI Bandung yang beranggotakan himpunan mahasiswa teknik. Di tahun 1955, lahirlah Dewan Mahasiswa UI dengan ketua Emil Salim, lalu DM UI Bandung bergabung dengan Senat Mahasiswa Fakultas Teknik dan FIPIA.
Tahun 1957 
Deklarasi pembentukan Majelis Mahasiswa Indonesia (MMI) di Aula Barat sebagai wadah organisasi intra universitas seluruh Indonesia
2 Maret 1959 
Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam dipisahkan dari Universitas Indonesia membentuk Institut Teknologi Bandung.
2 November 1960
Dibentuk Dewan Mahasiswa ITB dengan ketua Piet Corputty. Dewan Mahasiswa terdiri dari Sidang Dewan (Legislatif) dan Badan Pengurus (Eksekutif). 
Tahun 1963 
Pada kerusuhan 10 Mei 1963 yang berbau rasial, tokoh mahasiswa Muslimin Nasution. Uniknya walaupun dalam tahanan, Muslimin terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Mahasiswa ITB. Konfrontasi antara DM ITB dengan CGMI-GMNI yang berporos Nasakom. Saat itu DM ITB dijuluki ‘The Last Stronghold’ oleh masyarakat anti-komunis.
Tahun 1964
Pembangunan Masjid Salman dimulai. Pada Kongres MMI ke-IV di Malino, Sulsel, DM ITB dikeluarkan dan terkucil dari pergaulan antar DM. Terjadi kericuhan saat MAPRAM 1965.
Tahun 1965 
Peristiwa Gerakan 30 September, DM ITB dibawah pimpinan Rachmat Witoelar menyatakan mengutuk peristiwa tersebut. Terbentuk KAMI Bandung yang tidak hanya beranggotakan organisasis ekstra kampus, namun juga organisasi intra kampus. Terbentuk juga Komite Aksi Pembersihan ITB (KAPI), yang bertujuan membersihkan ITB dari pengaruh komunis.
Tahun 1966 
Perjuangan menegakkan Tritura. Pada bulan Februari 1966, KAMI Bandung dipelopori DM ITB mengirim 200 mahasiswa untuk membantu mahasiswa Jakarta yang terdesak akibat terbunuhnya Arief Rahman Hakim. Dipimpin tokoh-tokoh seperti Rudianto Ramelan, Muslimin Nasution, Arifin Panigoro, dan Fred Hehuat, KAMI Bandung melancarkan serangan-serangan ke obyek-obyek vital seperti Deplu RI, Kedubes dan Konsulat RRC.
Perjuangan Tritura menghasilkan pemerintahan baru yang lazim disebut ‘Orde Baru’. DM ITB memberikan gelar Pahlawan Ampera kepada Fred Hehuat (Geologi) dan Pasma Situmorang (Mesin) yang aktif berjuang menegakkan Tritura.
DM ITB tidak hanya berdemonstrasi untuk menumbangkan rezim Orde Lama, saat terjadi bencana banjir di Solo, DM ITB mengirim delegasi Misi Ampera untuk membantu korban bencana.
Juni 1966 
KM ITB terbentuk sebagai penyempurnaan dari DM ITB, terdiri dari MPM (legislatif), DM (eksekutif), dan BPM (perwakilan ekstra kampus)
Tahun 1968 
Pernyataan sikap menolak adanya wakil-wakil mahasiswa di DPR Gotong Royong karena mahasiswa tidak sepatutnya berpolitik praktis
Tahun1969 
Advokasi kenaikan SPP mahasiswa.
Tahun 1970 
Dipelopori oleh Wimar Witoelar (Ketua Umum 1969-1970) dan Syarif Tando (Ketua Umum 1970-1971), DM ITB menyerukan slogan back to campus untuk kembali kemahasiswaan yang telah rusak akibat politik nasakom. Pendirian Student Center dimulai, Unit-Unit kegiatan bermunculan, DM ITB memelopori konsolidasi mahasiswa se-Asia Tenggara dalam pertemuan ASEAUS. DM ITB juga mengadakan pekan olahraga mahasiswa Ganesha Interversity Games. Gagalnya inisiasi National Union of Student of Indonesia dilanjutkan dengan berdirinya Badan Kerja Sama Dewan/Senat Mahasiswa se-Bandung (BKS DM/SM Bandung).
Usaha depolitisasi ini sebenarnya hampir berhasil, hanya saja pihak penguasa mulai menunjukkan gelagat korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Pada tanggal 6 Oktober 1970, terjadi insiden antara taruna Akpol dengan seorang mahasiswa bernama Rene Louis Conraad (EL’70) yang mengakibatkan tewasnya Rene. Insiden ini sebenarnya berawal dari tawuran antara taruna Akpol dengan mahasiswa ITB akibat kalah dalam pertandingan sepak bola. Karena peristiwa ini, saat upacara pemakaman Rene, DM ITB mengadakan demontrasi dengan massa sepanjang 7 Km untuk menuntut pengusutan para tersangka pengeroyokan.
Tahun 1971 
Protes DM ITB terhadap proyek Taman Mini Indonesia Indah.
Tahun 1972 
Protes DM ITB kepada Bulog yang dianggap tidak becus mengurusi pangan.
Tahun 1973 
Isu utang luar negeri yang tidak terkendali menjadi opini publik. Saat itu pengusaha Jepang dianggap Economic Animal oleh masyarakat Indonesia akibat modal mereka yang mencengkeram ekonomi nasional. Suatu pertemuan di bulan Desember 1973 di ITB yang dihadiri antara lain oleh Muslim Tampubolon (Ketua Umum DM ITB) Hariman Siregar (Ketua Umum DM UI) dan Adnan Buyung Nasution berhasil mengeluarkan sikap untuk menolak utang luar negeri.
Tahun 1974 
Pertemuan 35 DM se-Indonesia tanggal 11 Januari atas undangan Hariman Siregar untuk menemui Presiden Soeharto di Bina Graha. 4 hari kemudian pecahlah peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) yang pada awalnya bertujuan mendemonstrasi PM Jepang Kakuei Tanaka malah berubah menjadi huru-hara besar.
Sementara itu mahasiswa Bandung berunjuk rasa di kampus UNPAD dengan membakar patung Soedjono Hoemardani, Aspri Presiden Soeharto. Saat itu mahasiswa Bandung mengeluarkan Tritura 1974 yang berbunyi: 1. Bubarkan Aspri, 2. Turunkan Harga, 3. Tolak Utang Luar Negeri.
Tahun 1974-1976 
Konsolidasi organisasi DM ITB.
Tahun 1977 
Gerakan anti kebodohan, adalah suatu konsep mendasar untuk mengentaskan pembodohan penguasa terhadap rakyat Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kemahasiswaan Indonesia, Ketua Umum DM dipilih dengan sistem one student one vote secara langsung, umum, bebas, dan rahasia.
28 Oktober 1977
DM se-Indonesia berkumpul di Bandung untuk menyatakan sikap menolak eksistensi Soeharto sebagai Presiden Indonesia. Bersama pelajar Bandung, DM se-Indonesia mengadakan aksi demonstrasi keliling Bandung.
16 Januari 1978 
Apel bersama 2000 mahasiswa ITB dipimpin Ketua Umum Heri Akhmadi menyatakan ‘Tidak Mempercayai dan Tidak Menginginkan Soeharto Kembali Sebagai Presiden Republik Indonesia!”. Penerbitan Buku Putih Perjuangan Mahasiswa 1978. Pembuatan buku putih ini dimotori oleh Rizal Ramli, Ketua Dewan Mahasiswa. Penerbitan buku putih ini juga didukung beberapa intelektual kampus seperti Prof. Iskandar Alisjahbana (Rektor ITB) dan Prof. Slamet Iman Santoso (mantan Dekan Fakultas Psikologi UI).
21 Januari dan 9 Februari 1978 
Kampus diserbu dua kali dan diduduki militer 6 bulan lamanya. Mahasiswa lama dikumpulkan di lapangan basket dan diusir, hanya mahasiswa angkatan ’78 yang boleh berkuliah. Terjadi penembakan gelap di rumah Rektor ITB Prof. Iskandar. Laksusda Jawa Barat memanggil Heri Akhmadi, Rizal Ramli, Indro Tjahjono, Al Hilal Hamdi, dan Ramles Manampang Silalahi untuk kemudian diadili dan dipenjara. Normalisasi Kehidupan Kampus diberlakukan, DM se-Indonesia dibubarkan, pemerintah mengajukan konsep SMPT (Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi) sebagai pengganti Dewan Mahasiswa, namun ditolak karena terlalu kuatnya intervensi pemerintah dan birokrasi kampus pada organisasi tersebut.
Tahun 1979 
Pembentukan Badan Koordinasi Kemahasiswaan (BKK) sebagai organ operasional kebijakan NKK disikapi dengan penolakan mahasiswa ITB. Akibatnya lembaga ini tidak pernah jelas eksistensinya.
Tahun 1979-1982 
Tekanan kuat dari Rektorat untuk membubarkan DM dengan surat ancaman DO untuk setiap Ketua Umum terpilih. Buku Biru diterbitkan sebagai lanjutan penerbitan Buku Putih.
Tahun 1982 
Dipelopori oleh 22 Ketua Himpunan dan 44 Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa, Dewan Mahasiswa ITB akhirnya membubarkan diri, kaderisasi dan cita-cita DM dikembalikan ke himpunan masing-masing sebagai kantung gerakan. Suatu saat himpunan tersebut siap dipanggil untuk bersatu kembali. Forum Ketua Himpunan Jurusan (FKHJ) terbentuk sebagai wadah koordinasi gerakan antar himpunan jurusan dan Badan Koordinasi Unit Aktivitas (BKUA) terbentuk sebagai wadah koordinasi gerakan antar unit kegiatan. FKHJ dipimpin oleh Hendardi (Ketua HMS) dan Umar Juoro (Ketua HIMAFI). Pada masa ini juga muncul kelompok-kelompok studi mahasiswa.
Tahun 1983 
Demonstrasi menentang rally mobil yang mewabah saat itu, karena dianggap tidak sesuai dengan kondisi bangsa.
Tahun 1985 
Demonstrasi menyambut PM Inggris Margareth Thatcher.
Tahun 1986 
Demonstrasi menyambut Presiden Francois Mitterand dengan memotong kepala bebek sebagai perlambang agar bangsa Indonesia jangan membebek pada bangsa Barat.
Tahun 1987 
Protes kepada Kedubes Perancis akibat adanya teror kelompok ‘Skinhead’ terhadap mahasiswa Indonesia. Terbentuknya Presidium FKHJ yang dpimpin oleh Hotasi Nababan, Fadjroel Rachman. Terbentuk pula Badan Koordinasi Mahasiswa Bandung sebagai wadah gerakan mahasiswa Bandung.
Tahun 1988 
Mimbar bebas pada hari pahlawan, aksi anti helm, intifadah
Tahun 1989 
Aksi-aksi menentang pembebasan tanah dengan semena-mena di Kacapiring, Cimacan, Kedung Ombo, dan Badega. Longmarch Bandung-Badega oleh mahasiswa ITB untuk menghalangi buldoser yang akan mengeksekusi tanah Badega. Pada tanggal 5 Agustus 1989 terjadi insiden dalam acara Penataran P-4 oleh Mendagri Rudini. Saat itu beberapa mahasiswa akan menangkap Mendagri karena dianggap bertanggung jawab membawahi pemerintah lokal yang berkolusi dengan penguasa. 11 orang ditangkap dan 6 diantaranya dipenjarakan, diantaranya Fadjroel Rachman, Jumhur Hidayat, Enin Supriyanto.
Tahun 1990 
Keluar surat dari Mendikbud Fuad Hasan yang meminta didirikannya SMPT di seluruh Indonesia.
Tahun 1992 
OSKM diadakan kembali atas dasar permintaan Rektorat untuk melakukan penyambutan dan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru angkatan 1992. Terbentuknya Forum Aktivis Lemabaga Mahasiswa yang beranggotakan aktivis mahasiswa se-Jawa Madura dan Bali.
Tahun 1993 
Referendum pembentukan Lembaga Sentral Mahasiswa.
Tahun 1994 
Advokasi terhadap dua fungsionaris HMFT yaitu Yos Alfa dan Melyana (FT’90)
Tahun 1995 
OSKM’95 berlangsung dengan tema ‘Pahlawan dari Rakyat yang tertindas’
20 Januari 1996 
Kongres, FKHJ dan BKSK mendeklarasikan berdirinya kembali KM ITB.
Maret 1996 
Keluar surat edaran dari PR III yang meminta nama lembaga sentral mahasiswa adalah Senat Mahasiswa ITB, yang ditanggapi dingin oleh mahasiswa. PR III yang baru mengadakan manuver dengan mengadakan registrasi terhadap seluruh organisasi mahasiswa. 5 Himpunan yaitu HIMATEK, GEA, HMT, PATRA, dan HMP disegel karena menolak registrasi. Selain itu karena terjadi kasus Zaki T.L (FI’95) yang meninggal setelah melewati OS di HIMAFI (PPAM) dan mengakibatkan sanksi DO bagi Budi (Ketua PPAM) dan Ridjal (Ketua HIMAFI), OSKM dilarang.
April 1996 
Deklarasi kesatuan gerakan mahasiswa Bandung
Tahun 1996-1997 
Berbagai forum diadakan untuk mendirikan lembaga sentral mahasiswa antara lain forum TVST, PILT, dan BPI. Tidak dihasilkan kesepakatan mengenai bentuk organisasi kemahasiswaan. Forum BPI diketuai oleh Haru Suwandharu (BI’93, Ketua HIMABIO ‘Nymphaea’). Dan Forum TVST diketuai oleh Vijaya Vitrayasa (MS’94, Kepala GAMAIS)
Tahun 1998 
FKHJ membentuk Satgas KM ITB untuk Reformasi yang diketuai oleh Depi Rustiadi (TG’94) dan Widdy (PL’95) sebagai Sekjen. Satgas ini berperan penting dalam ‘Deklarasi Ciganjur’ yang menyepakati bahwa kepemimpinan nasional harus segera diganti. Dibentuk juga Tim Beasiswa KM ITB untuk melaksanakan program beasiswa dari, oleh dan untuk mahasiswa. Selain itu Muker 7-10 Juni di Ciwidey menghasilkan Konsepsi dan AD/ART KM ITB. Pemilu dilangsungkan pada bulan Oktober dan Vijaya Vitrayasa (MS’94) keluar sebagai pemenang atas Ahmad Shalahudin (TI’94), Khalid Zabidi (SR’93) dan Heldy (FT’94).
Kepengurusan periode ini juga diwarnai dengan 2 surat pernyataan himpunan ( HMT & HME ) yang yang secara meminta kongres memberikan memorandum kepada Presiden KM ITB karena kinerjanya yang dianggap tidak memuaskan. Komunikasi dengan lembaga2 kemahasiswaan di dalam kampus memang menjadi masalah terbesar yang dihadapi kabinet.
Terlalu lamanya kemahasiswaan ITB tidak dipayungi lembaga terpusat menyebabkan kurangnya rasa butuh terhadap KM ITB apalagi ditambah dengan konsepsi kemahasiswaan terpusat (Konsep KM ITB) yang tidak tersosialisasi dengan baik ke seluruh mahasiswa.
Tahun 1999 
Gerakan Lumbung Kota sebagai bentuk kepedulian mahasiswa akan langkanya barang kebutuhan pokok.
Agustus 1999 
Peserta OSKM’99 melakukan aksi SINDU (Studi dan Implementasi Desa Terpadu) di Cipatat.
Oktober 1999 
Kontroversi mengenai kinerja Kabinet pertama mengakibatkan Vijay dipercepat jabatannya dan diganti Caretaker. Pemilu kedua diadakan dan menghasilkan pemenang Sigit Adi Prasetyo (IF’95) mengalahkan Nurul Wajah Mujahid (KL’95), Zaid Perdana (TL’96), Dedi Apriadi (GL’97) dan Iqbal Alfajri (DS’96) Puncaknya adalah pernyataan bersama 15 himpunan pada saat pelantikan presiden KM ITB yang kedua ( November 99) yang isinya adalah memberikan memorandum kepada kabinet untuk memperbaiki kinerjanya.
Februari 2000 
Pertama kali diadakannya Olimpiade KM ITB dimana HMT keluar sebagai juara umum. Sempat terjadi insiden pembakaran jas almamater akibat adanya sponsor rokok ‘A Mild’ yang dianggap telah menjual kemahasiswaan ITB.
Agustus 2000 
OSKM kali ini adalah OSKM dengan peserta terkecil jumlahnya (400an peserta) akibat ilegal.
Oktober 2000 
Akibat terlalu larutnya Kongres dalam membahas amandemen AD/ART, panitia pelaksana Pemilu 2000 terbentuk 2 Minggu sebelum tanggal turunnya Presiden Sigit. Panpel yang dipimpin Safari (TK’97) terus mengulur-ulur waktu. 6 kandidat antara lain Zaid Perdana (TL’96), Andri Dwi Setiawan (PN’96) Muhammad Iqbal (GL’96), Muhammad Lutfi (TI96), Dedi Apriadi (GL’97) batal mengikuti pemilu. Akhirnya bulan November 2000, Kongres mengeluarkan ketetapan perpanjangan jabatan Presiden selama 6 bulan sampai Maret 2001.
Januari 2001 
KM ITB menggulirkan isu Buloggate dan Bruneigate untuk menjatuhkan Presiden Abdurrahman Wahid. Sementara itu FKHJ mulai menggulirkan isu penggulingan Presiden Sigit.
10 Maret 2001 
Dimotori oleh IMG, HIMAFI, PSIK, Veritas dan Komunitas Ganesha 10, FKHJ melakukan pendudukan terhadap Sekretariat KM ITB. FKHJ menyatakan penonaktifan Kongres dan Kabinet KM ITB serta mengambil kekuasaan legislatif dan eksekutif. Selain itu FKHJ juga membentuk tiga Badan Pekerja yaitu Panitia Pemilu untuk mengadakan pemilu legislatif secepatnya, Panitia OSKM 2001, dan Panitia Muker untuk mengamandemen AD/ART. Pemilu legislatif berhasil memilih senator berbasis massa himpunan, Kongres kali ini dipimpin oleh Dedi Suryadi (PL’97). Karena dimulainya era otonomi kampus, Kongres memutuskan mengirimkan Anggota MWA wakil mahasiswa Rian Ramadian Nugraha (IF’97).
Agustus 2001 
OSKM kali ini dipimpin Dinar Maulana (IMG’98). Sebelumnya sempat terjadi insiden pemukulan terhadap pihak yang mendiskreditkan salah seorang petinggi OSKM.
Oktober 2001 
Pemilu kali ini tercatat dalam sejarah KM ITB sebagai Pemilu dengan kandidat terbanyak (7 orang). Akbar Hanif Dawam Abdullah (PN’98) terpilih sebagai Presiden mengalahkan Dedi Apriadi (GL’97), Armenda (SI’97), Adiq Ahmadi (MT’97), Roy Baroes (GM’97), Edison Situmorang (EL’97), sedangkan Khairul Anshar (FI’98) mengundurkan diri sebelum pemungutan suara.
Desember 2001 
Pertemuan BEM se-Bandung Raya di kampus ITB.
Maret 2002 
Alga Indria (DS’98) menjadi pemenang pemilu KM ITB mengalahkan Abdi Robbi Sembada (SI’98), Dwi Lesmana (PL’99), M. Hanif (TI’98), dan Andy Hartono (TK’98).
Agustus 2002 
Setelah sekian lama, akhirnya OSKM dinyatakan legal oleh rektorat, acara Swasta ditiadakan, dan metode kekerasan diganti dengan metode disiplin. OSKM kali ini diketuai oleh Ahmad Mukhlis Firdaus (HMS’99). Selain itu pertama kali dalam sejarah KM ITB diadakan acara Open House Unit yang bertujuan membuka rekrutmen terbuka untuk Unit Kegiatan Mahasiswa.
1-2 Februari 2003 
Pertemuan BEM Nasional di ITB
Maret 2003 
Ahmad Mustofa (TK’99) menjadi Presiden kelima mengalahkan Saifullah (SI’99), dan Hendro (TA’99). Sementara itu Adi Nugroho (FI’99) mengundurkan diri sebelum pemungutan suara. Pemilu Anggota MWA Wakil Mahasiswa menghasilkan Fantri Azhari (MS’99) sebagai pemenang.
Mei 2003 
Aksi longmarch Bandung-Jakarta untuk memperingati 5 tahun reformasi.
Juni 2003 
Aksi penolakan USM-PMBP yang dianggap sebagai jalan komersialisasi kampus. Saat itu terbentang spanduk ‘Selamat Datang Putra-Putri Termahal Bangsa’ untuk menyambut calon mahasiswa baru 2003. Isu ini sempat menjadi isu nasional bersama PT BHMN lain.
Juli 2003 
Aksi 1500 massa BEM Bandung Raya menuntut turunnya Mega-Hamzah. Peluncuran “Selamatkan Indonesia” oleh KM ITB.
Agustus 2003 
OSKM diketuai oleh Anwar Rustanto (HMM’00). Pada acara penutupan terjadi kericuhan antara panitia dengan swasta akibat insiden mengenai lagu kampus.
Desember 2003
pembentukan Satuan Tugas Penyikapan Pemilu RI 2004 yang diketuai oleh Otep Kurnia (MA’99).
Februari 2004 
ITB Fair diadakan pertama kalinya di kampus ITB dengan tujuan memasyarakatkan teknologi. Aksi menolak Dialog Calon Presiden oleh PSIK yang mengundang Prabowo Subianto. Aksi ini dilakukan Kabinet bersama HMD.
Program Desa Binaan sebagai bentuk Pengabdian Masyarakat KM ITB
Maret 2004 
Pemilu KM ITB tercatat sebagai Pemilu dengan kandidat tersedikit yaitu Anas Hanafiah (EL’00) dan Oskar Pariang Pakpahan (GM’00). Sempat terjadi kericuhan akibat hilangnya dua kotak suara. Anas memenangkan pemilu dan menjadi Presiden keenam.
April 2004 
Aksi pembakaran ban oleh Kabinet bersama Satgas Pemilu KM ITB akibat pengambilalihan acara ‘Kupas Tuntas’ Capres RI Amien Rais oleh Rektorat. Kabinet juga mengadakan aksi menolak kedatangan Siswono Yudohusodo karena dianggap sebagai bagian dari rezim Orde Baru.
Juli 2004 
Aksi menolak hasil Pemilu 2004 akibat banyaknya indikasi kecurangan-kecurangan dalam pemilu. Bersamaan dengan aksi tersebut, Student Center diratakan dengan tanah untuk diganti dengan Campus Center.
Agustus 2004
OSKM kali ini diketuai Goris Mustaqim (SI’01). Pada saat acara OHU, beberapa mahasiswa melakukan aksi pembakaran Jas Almamater dan bendera KM ITB sebagai bentuk keprihatinan terhadap matinya dunia kemahasiswaan. Aksi ini ternyata berbuntut panjang sehingga disepakati akan membentuk Forum Rembug Mahasiwa. Forum ini menyepakati bahwa Kabinet dan Kongres harus memperbaiki kinerjanya, adanya kaderisasi berjenjang, dan Himpunan akan mengirim senator.
September 2004 
Terdapat beberapa selebaran yang bertuliskan mengenai permohonan maaf seseorang yang dianggap melakukan penghinaan agama. Pada bulan ini juga muncul insiden Class Aksutik ‘A Mild’ yang menghadirkan Marcell dan Dygta. KM ITB menyatakan menolak acara tersebut selain tidak jelas manfaatnya bagi mahasiswa, acara ini juga menggunakan sponsor rokok.
Oktober 2004 
KM ITB menginisiasi sebuah acara besar bertajuk ‘Gema Nusa’ (Gerakan Membangun Nurani Bangsa) di lapangan silang Monas dengan menghadirkan Presiden RI terpilih Susilo Bambang Yudhoyono.
10 Desember 2004 
Kedatangan Dr. Anwar Ibrahim untuk mengisi seminar “Perkembangan Demokratisasi Di Asia” disambut hangat mahasiswa ITB.
31 Desember 2004 
Aksi peduli bencana tsunami Aceh bersama BEM Unpad. Aksi ini diadakan saat pergantian tahun 2004 ke 2005
Januari 2005 
Pengiriman relawan ke Aceh.
Februari 2005 
Aksi penolakan kenaikan BBM, KM ITB mengadakan aksi dengan motor sampai ke Lapangan Tegallega. Penolakan kenaikan harga BBM ini juga diikuti oleh aksi mogok makan oleh Sandra, Wira, Agus, dan Ramses di gerbang Selatan ITB.
Terlaksananya OS Gabungan yang diketuai Fitrah Dinata (SI’02)
Maret 2005 
Olimpiade ke-III KM ITB dimenangkan oleh IMG.
April 2005 
Muhammad Syaiful Anam (EL’01) terpilih sebagai Presiden ketujuh. Pemilu kali ini sebenarnya diikuti tiga kandidat yaitu Anam, Wiyono (TA’01) dan Ramses (TG’01) namun Ramses didiskualifikasi oleh Panitia.
21 Mei 2005 
Launching gerakan ‘Kampus Cerdas’ untuk mengurangi budaya mencontek di mahasiswa ITB.
Juni 2005 
Fitrah Dinata terpilih sebagai Ketua OSKM 2005. Rektorat menolak nama OSKM dan mengganti dengan nama PSAK (Pengenalan Satuan Akademik dan Kemahasiswaan).
17 Agustus 2005 
tepat pada saat peringatan 60 tahun Indonesia Merdeka, KM ITB mengadakan aksi keprihatinan mengenai tingginya jumlah mahasiwa yang di-DO setiap awal tahun akademik. Hal ini menunjukkan belum beresnya sistem pendidikan di ITB.
September 2005 
Keluar surat edaran Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan mengenai pelarangan kaderisasi bagi 2005 yang disikapi beragam oleh himpunan-himpunan. Saat itu juga KM ITB menggulirkan isu tolak kenaikan BBM yang rencananya dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2005.
1 Januari 2006 
ART ITB disahkan oleh MWA. Poin kontroversial dalam ART ini adalah adanya pengaturan mengenai struktur baru kemahasiswaan sebagai implikasi perubahan sistem di ITB. KM ITB mengeluarkan surat menyatakan menolak implementasi ART ITB yang merugikan mahasiswa.
Februari 2006 
Program Keroyok Kampus oleh Presiden Anam, saat itu kampus ITB diramaikan oleh acara-acara KM seperti Bedah Buku ‘Confessions of an Economic Hitman’, Pekan Baca Tulis, SIMS, ITB Fair, Pesta Rakyat, dll.
Maret 2006 
Pemilu kali ini diikuti oleh enam kandidat yaitu Dwi Arianto Nugroho (TK’02), Andi M. Adiwiarta (GM’02), Syahfitri (KI’02), Hendrajaya (IF’02), Indira (IL’02), dan Kisko (FI’03). Sempat terjadi kericuhan karena adanya kesalahan teknis Panpel dan kandidat menganggap panitia tidak konsisten dalam menerapkan aturan pemilu. Semua kandidat mengundurkan diri kecuali Dwi dan Syahfitri. Hampir semua Himpunan menyatakan pemilu gagal. Pemilu akhirnya diulang dan diikuti oleh Dwi, Syahfitri, Andi, dan Jaya, serta calon baru M. Luthfi (FT’03).
April 2006 
Dwi Arianto Nugroho memenangkan pemilu dan menjadi Presiden kedelapan.
Mei 2006 
KM ITB menginisiasi gerakan peduli sampah Kota Bandung. Di akhir bulan juga KM ITB mengirim tim relawan bencana gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Juni 2006 
Zam Zam Badruzaman (HIMAFI’03) terpilih sebagai Ketua OSKM 2006
20-21 Agustus 2006 
Kontroversi soal legalitas OSKM 2006 berakhir dengan terlaksananya OSKM 2006 hanya dalam dua hari. Peserta OSKM 2006 adalah peserta dengan jumlah terkecil sepanjang sejarah, 136 orang. OSKM kemudian ditutup dengan aksi masuk kampus dengan peserta ratusan mahasiswa ITB.
November 2006 
Seminar Nasional yang diisi oleh Presiden RI ke-3 BJ Habibie menarik perhatian mahasiswa dan masyarakat Bandung
Januari 2007 
Rangkaian Seminar dan Workshop “Sekantor” atau Sekolah Anti Korupsi diakhiri dengan perayaan ulang tahun KM ITB.
Februari 2007 
Olimpiade ke-IV menghasilkan MTI sebagai juara umum.
Maret 2007 
Pemilu KM ke-8 menghasilkan Zulkaida Akbar (FI’03) sebagai Presiden, mengalahkan Army Alghifari (MS’04).
7 April 2007 
Kedatangan Wapres Jusuf Kalla yang mengakibatkan tertutupnya kampus untuk mahasiswa dan dosen.
Juni 2007 
Kasus kecelakaan motor pasca syukuran Kaderisasi KMSR 2006 mengakibatkan turunnya surat ancaman skorsing bagi Presiden KMSR, Ketua Kaderisasi, dan Ketua Angkatan 2006. Selain itu juga ada ancaman pembekuan KMSR. Kabinet bersama himpunan-himpunan memutuskan untuk menolak sanksi tersebut dan melakukan aksi massa di gedung Rektorat.
Agustus-September 2007 
Rangkaian acara Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) 2007 yang diketuai Agung Thaufika (HIMATIKA’04) sukses dalam melakukan pengenalan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru 2007.
16 November 2007 
Aksi penolakan terhadap alumni yang dianggap mencoreng nama almamater oleh Gabungan Aksi Mahasiswa (GAM) ITB yang sesuai dengan momentum Kongres Ikatan Alumni ITB dan terseretnya nama Laksamana Sukardi, Ketua Umum IA Pusat sebagai tersangka kasus korupsi di Pertamina.
They’ve made their history, now it’s time to us to make our history!
Inilah Pimpinan-Pimpinan Mahasiswa ITB
Era Dewan Mahasiswa ITB
1960-1962 Piet Corputty
1962-1963 Udaya Hadibroto
1963-1965 Muslimin Nasution
1965-1967 Rahmat Witoelar
1967-1968 Purwoto Handoko
1968-1969 Sarwono Kusumaatmadja
1969-1970 Wimar Witoelar
1970-1971 Syarif Tando
1971-1972 Sjahrul
1972-1973 Tri Herwanto
1973-1974 Muslim Tampubolon
1974-1975 Prasetyo Sunaryo
1975-1976 Daryatmo, Ivan Isaq, Muhammad Najib, Khairullah Harun
1976-September 1977 Kemal Taruc (dijatuhkan MPM)
September-November 1997 Caretaker Presidium: Al Hilal Hamdi, Muhammad Iqbal, Sukmadji Indro Tjahyono, Ramles Manampang Silalahi
1977-1978 Heri Akhmadi
Desember 1978-Maret 1979 Caretaker Presidium: Faletehan Siregar, Herdi Waluyo, Indra Cahya, Jusman Syafii Djamal, Mathias Thoib, Sugeng Setiadi
1979-1980 Aussie Gautama
1980-1981 Iwan Basri
1981-1982 Agus Suroto (sekaligus Ketua MPM ITB)
Era Forum Ketua Himpunan Jurusan ITB
1982 Hendardi, Umar Juoro
1986 Syahganda, Ucok Lubis
1987 Hotasi Nababan, Fadjroel Rachman, Amarsah, Theodorus Ondos Koekeritz, Didi Yakob
1988-1989 Yaya, Bambang
Era Keluarga Mahasiswa ITB
1996-1998 Hafiz (SC Pendirian KM), Yan Ardiansyah (Ketua Kongres)
1998-1999 Vijaya Vitrayasa
1999-Maret 2001 Sigit Adi Prasetyo
Oktober 2001-Maret 2002 Akbar Hanif Dawam Abdullah
2002-2003 Alga Indria
2003-2004 Ahmad Mustofa
2004-2005 Anas Hanafiah
2005-2006 Muhammad Syaiful Anam
2006-2007 Dwi Arianto Nugroho
2007-2008 Zulkaida Akbar